Tim PDAM TBW Kota Sukabumi Berjibaku Telusuri Sumber Mata Air di Cisarua Legok

51
PDAM TBW
FOTO : Direktur PDAM TBW Kota Sukabumi didampingi Tim dan Kades Cisarua saat meninjau sumber mata air
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com_ Tidak menyusutkan semangat dan iktiar dalam meninjau sumber mata air untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) Kota Sukabumi,Abdul Kholik Fajdawani dan Tim Humas berjibaku menyusuri jalur ekstrem di Kampung Cisarua Lengok, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi.

Saat menyusuri jalan setapak menuju lokasi mata air, jajaran PDAM TBW Kota Sukabumi yang dikomandoi Direktur Utama Abdul Kholik, terlihat rela melintasi jalan menurun yang curam dan licin, untuk mencapai lokasi sumber mata air yang di informasikan berlimpah.

“Peninjauan lokasi sumber mata air untuk sekian kalinya, kami tampung informasi dari mana pun untuk mencari solusi kebutuhan air bersih dilingkungan masyarakat pelanggan PDAM TBW Kota Sukabumi,” kata Abdul Kholik, disela penunjauan lokasi mata air di Kampung Cisarua Legok, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja.

Dari hasil peninjauan, Abdul Kholik menjelaskan, tim melakukan penghitungan debit air yang dikeluarkan, pengambilan semple air untuk di uji kadar kandungan air, sampai penghitungan jarak akses.

“Alhamdulillah, peninjauan mata air di Desa Cisarua bisa didampingi Kepala Desa, pemilik lahan mata air juga unsur media. Untuk bisa merealisasikan mata air ini bisa digunakan atau dimanfaatkan oleh PDAM, tentunya cukup waktu dan penghitungan yang matang,” kata Abdul Kholik.

PDAM TBW
FOTO BERSAMA/DOKUMENTASI.

Abdul Kholik mengaku, debit sumber air yang jadi andalan untuk pasokan kepada masyarakat, sudah mengalami pengurangan dan menyusut, dengan berbagai faktor. Apalagi seiring guyuran hujan dalam beberapa bulan berkurang. Sehingga mengganggu pasokan debit sumber mata air milik perusahaannya.

“Sejak awal Juli lalu, pasokan air mulai berkurang seiring hujan mereda,” jelas dua

Abdul Kholik mengatakan seluruh sumber air milik perusahaan daerah, di perkirakan berkurang 30 hingga 40 persen. Mata air di Cinumpang, Kecamatan Kadudampit kondisi normal mencapai 250 liter/detik, sekarang hanya 150 hingga 170 liter/detik. Kemudian mata air Cigadog debit sekarang berkurang hingga mencapai 30 persen dari batas normal 50 liter/detik.

“Begitupun sumber mata air batu Karut dari kondisi normal 150 liter, kata Kholik, kini berkurang hingga mencapai 60 persen. Untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan, kami terus berusaha mencari keberadaan mata air yang di anggap bisa dijadikan sumber air yang melimpah dan bisa di kembangkan untuk kebutuhan air,” paparnya.

Sementara itu Kades Cisarua Arie Yanwar menyambut baik peninjauan sumber mata air oleh jajaran PDAM TBW Kota Sukabumi. Berbicara ketersediaan air secara alami diwilayah sudah sangat berlimpah dan cukup. Akan tetapi masih secara manual dalam mengambil air untuk bisa nyampe kesetiaan penduduk di wilayahnya.

“Warga masih banyak menggunakan slang secara paralel, atau menggunakan pompa air. Untuk itu, kami sangat berharap peninjauan PDAM TBW bisa terealisasi pembangunan sumber mata air ini, hingga bisa dirasakan dan mencukupi kebutuhan air ditengah masyarakat luas,” kata Arie.**