Umat Islam di Sukabumi Gelar Maulid Nabi, Ini Isi Tausiyah Ketum DPP Gempar

101
Islam
Foto Dokumentasi Pemuda Kp Babakan, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com – Umat Islam di penjuru dunia bulan merayakan hari kebesaran Maulid Nabi Muhammad SAW. Begitupun yang dilakukan para anggota Laskar DPP Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukabumi Raya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di fokuskan di Kampung Babakan RT 03/12 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (03/11/20) malam.

“Berbagai acara menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi masyarakat muslim, seperti halnya dengan tausiyah-tausiyah dari tokoh ulama dan juga agenda maulid secara semarak maupun sederhana. Alhamdulillah, kami bersama kawan-kawan laskar, 12 Pas dan masyarakat bisa menggelar secara tasyakuran Maulid Nabi dengan hikmat,” kata Maulana Saepulloh Panglima Laskar DPP GOIB Sukabumi Raya.

Islam
Foto Dokumentasi : Ustad Ece Algifari (Kiri) bersama anggota Kamando Laskar DPP GOIB Sukabumi Raya (tengah) dan Lurah Sukakarya (kanan)

Dengan tausiyah yang di berikan Tokoh Ulama Sukabumi Ustad Ece Algifari membuat kesejukan dan arti kebesaran Nabi Muhammad SAW yang menjadi tema tausiyah yang diberikan Tokoh Ulama karismatik yang juga sebagai Ketua Umum DPP Gerakan Mujahid Penegak Ajaran Allah dan Rasul (Gempar) Sukabumi Raya.

“Alhamdulillah, kemuliaan ahlak banginda Rosululloh Muhammad SAW yang terkenal dengan sifatnya yang lemah lembut dan penyayang. Saya berharap kepada seluruh penerus bangsa dan masyarakat umat muslim, untuk menjunjung rasa hormat, ucap syukur dan bahagia dalam rangka menghormati hari kelahiran Nabi besar Muhammad SAW, dengan banyak-banyaklah membaca sholawat nabi,” kata Ustad Ece Algifari, disela tausyiahnya.

Selain itu, Ustad Ece berpesan agar dalam membaca sholawat nabi sayogyannya juga disempurnakan dalam tata cara membacanya sesuai qaidah yang dicantumkan dalam isi kitab suci Al-Qur’an.

“Karena bila bacaan sholawat tidak sesuai qaidahnya maka akan merubah arti daripada bacaan sholawat tersebut. Untuk itu, mari kita perbaiki ibadah dan sholawat kita,” tandas Ustad Ece.

Islam
Foto Dokumentasi Maulid Nabi Muhammad Saw, di Kampung Babakan, Kel Sukakarya, Kec Warudoyong, Kota Sukabumi.

Sementara itu, Komando Laskar Ahmad Hilal menilai, sebagian masyarakat yang menggelar syukuran peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara yang biasa (sederhana) disebut Muludan, sudah menjadi tradisi ummat Islam di seluruh dunia, dimana digelar setiap satu tahunan.

“Dalam agenda muludan di Kampung-kampung biasanya setiap keluarga akan melakukan tradisi membawa opor ayam, nasi uduk, jadah ketan atau lainnya. Dikumpulkan jadi satu kemudian dibagikan dan dimakan bersama. Biasanya warga setempat mengumpulkan di tempat sesepuh lingkungan untuk dibawa ke tempat dimana muludan bakal digelar disatu tempat. Untuk itu, kita sebagai ummat Islam (muslim) patut berbangga atas mementum Maulid Nabi ini,” tandas Ahmad Hilal.**