Video Diduga Penganiayaan Balita Viral di Medsos, Warganet Geram Pelaku Paman Balita

96
Viral
Foto Ilustrasi.
BANDUNG,jawabarat.indeksnews.com_ Video viral diduga penganiayaan terhadap anak balita di Jalan Galumpit, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial (Medsos) maupun pesan singkat WhatsApp.

Informasi yang dihimpun, kejadian dugaan penganiaya terhadap anak balita yang terekam CCTV pada (23/10/20) hingga video viral. Terpantau jelas seorang pria yang tiada lain Paman balita tersebut, menendang lebih dari satu kali, hingga balita menangis kesakitan.

Video yang berdurasi 00:43 detik tersebut, berada di sebuah toko milik pria yang jadi aktor dugaan penganiayaan seorang balita. Berawal dari sang pelaku (Paman balita) tak terima anaknya di dorong hingga terjatuh oleh korban (balita).

Dalam video tersebut satu bocah terlihat menutup pintu lemari pendingin. Diduga karena tak sengaja tersenggol, bocah yang berdiri di dekatnya lantas terjatuh ke lantai dalam posisi tengkurap.

Pelaku lantas menendang bocah yang masih kecil itu hingga terjatuh dan menangis. Pelaku sebagai aktor dalam video viral adalah paman dari korban, Istri dari orang tersebut adalah adiknya orangtua korban.

Tanpa disangka, tersangka keluar dari bilik kasir dan langsung menendang balita yang menyenggol kawannya. Tendanganya terekam jelas dalam pertengahan detik video cukup keras sehingga sang anak balita jatuh tersungkur ke lantai dan menangis.

Pengamatan dari rekaman video detik-detik terakhir, bocah tersebut jatuh dalam posisi kepala belakang lebih dulu menghantam lantai. Dalam keterangan lanjutan, pengunggah video menyebut pelaku kekerasan terhadap anak ini merupakan paman dari korban.

Peristiwa ini disebut terjadi tiga hari lalu dan sudah selesai secara kekeluargaan. Ayah korban dan pelaku yang juga merupakan adiknya telah saling memaafkan di depan ketua RW setempat.

Kendati begitu, tindakan sadis dan tidak terpuji ini, menuai hujatan dari warga netizen (warganet). Kolom komentar unggahan diramaikan respons warganet yang menuntut pelaku ditindak tegas dan komentar pedas kegeraman.**