Warga Baleendah Khawatirkan Bencana Banjir, Inilah Kata Toni Dewannya

254
Warga Baleendah Sekitar Kolam Retensi Cienteung yang tengah membersihkan sampah
Menyongsong musim penghujan 2019,  warga masyarakat kecamatan Baleendah  khawatir terhadap bencana banjir, kendati sudah ada kolam retensi namun dinilai kurang maksimal dan tidak konprehensif. 

Bandung | Kekhawatiran warga tersebut diutarakan Toni Permana Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung yang berasal dari kecamatan tersebut, usai kunjungan ke salah satu Dapil di Kabupaten Bandung Minggu (1/12).

Toni mengatakan, “masyarakat yang tinggal di sekitaran kolam retensi merasa sangat kuatirkan bencana banjir pada musim yang akan memasuki musim penghujan tahun ini,” katanya.

Menurutnya, kendati sudah ada tindakan dalam penanganan banjir di Baleendah dengan pembangunan kolam retensi, namun hal itu menimbulkan permasalahan baru.

Loading...

“Adanya kolam retensi yang dibangun di Cienteung saat ini sementara belum ada dampak positif yang dirasakan masyarakat, namun sebaliknya masyarakat sekitar kolam retensi merasakan ada perubahan negatif,” ujar Toni.

Dicontohkan Toni, peristiwa yang baru kemarin sabtu malam terjadi (30/11) walau hujan baru saja melanda kecamatannya, akan tetapi warga sudah banyak yang mengeluhkan datangnya banjir.

“Contohnya tadi malam, kemarin sore hujan besar dan berdampak ke beberapa RW di sekitar kolam retensi sudah banyak laporan yang saya terima dari masyarakat sekitar kolam retensi, yang biasanya mereka kebanjiran hanya selutut, kini sudah sepinggang,” ungkapnya.

Menurutnya, Hal itu diakibatnya aliran air yang seharusnya masuk ke kolam retensi, ternyata tersumbat oleh sampah yang sampai hari ini tidak diselesaikan oleh pihak-pihak BBWS maupun pemenang proyek sebagai kontraktor.

Sebagai wakil rakyat ia berharap, harapan kami jelas bahwa pertama ada pertanggung jawaban dari pelaksana proyek terhadap dampak-dampak yang ditimbulkan dari proyek tersebut,yang kedua, harapannya memang Kolam retensi bisa menyelesaikan problem banjir Baleendah dan sekitarnya.

BACA JUGA:  Sumber Mata Air Menyusut Diduga Adanya Sanitasi Rumah Sakit

“Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proyek tersebut belum dirasakan dampak positifnya, Sementara itu, serapan anggaran untuk menyelesaikan problem banjir Baleendah sangat besar,” ungkapnya.

Ditegaskan Toni, intinya harus ada koordinasi yang jelas antara pemerintah daerah kota dan kabupaten bandung serta pusat.

“Salah satu yang pasti penanganan banjir di Baleendah ini adalah tidak konprehensif, langkah kita akan fokus terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan, kendati BBWS ada di bawah kementerian PUPR kita akan awasi,” pungkas Ketua Fraksi partai Nasdem ini.

Loading...
loading...