Ngaku Bujangan ke Warga Bogor, Pria Ini Sekap Istri Siri di Rumah Kontrakan

141
Ngaku Bujangan ke Warga Bogor, Pria Ini Sekap Istri Siri di Rumah Kontrakan
Bogor – Seorang penjual roti di Desa Kabasiran Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berinisial AA (37) menyekap dan menganiaya istri sirinya, SM (17). ). Setelah sang istri kabur dari rumah kontrakannya.

AA mengontrak di kawasan itu sejak Agustus 2019. Sejak pertama berada di lokasi tersebut, AA mengaku seorang bujang dan belum menikah.

Warga sangat terkejut saat mengetahui perempuan berinisial SM melarikan diri dari rumah kontrakan AA. Kemudian, warga baru mengetahui, AA menikahi SM secara siri.

“Sebenarnya kami itu merasa dibohongin sama dia. Ternyata bawa perempuan memasukkan ke tempat kontrakannya tapi sejak awal mengakunya masih bujang belum menikah,” kata Ketua RW 04 Desa Kabasiran Parung Panjang Busono.

Loading...

BACA JUGA: Youtuber Ferdian Paleka Sebelum di Tangkap Sempat Kabur ke Palembang

SM kabur setelah disekap di sebuah kamar. Ia meloncat dari plafon kamar mandi, melewati terowongan dan keluar melalui tembok yang dijebolnya. Menurut keterangan, SM disekap dan dianiaya lantaran dianggap tak bisa memasak. Ia kabur karena tak tahan dengan perlakuan suaminya yang kerap berbuat kasar. SM mengatakan, kepalanya bahkan pernah dibenturkan ke tembok rumah kontrakan.

Usai kaburnya SM, polisi menangkap AA di rumah kontrakannya. Kini ia mendekam di sel tahanan Polsek Parung Panjang Kabupaten Bogor. Lebih mengejutkan lagi, polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaan makam di belakang rumah AA.

BACA JUGA: Anggota DPR RI. H. Cucun dan B.I Salurkan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat

Selain menyekap istrinya, AA juga diduga menguburkan mayat korban lain di belakang rumah kontrakan. “Iya, hasil pengembangan kasus yang kemarin itu dari keterangan si korban (SM) bahwa di sana (belakang rumah) ada mayat dikubur,” kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena. Polisi akan menggali makam di belakang rumah kontrakan pelaku, Jumat (8/5/2020).

BACA JUGA:  Pengadaan Mesin Finger Print Pada Jenjang Sekolah Dasar Tidak Bermanfaat

Penggalian makam bakal melibatkan pengurus RT dan RW. “Karena kita enggak bisa menggali, untuk membuktikannya itu ya harus dari RS polri. Mungkin nanti mereka akan cek juga apakah ada pukulan atau bukti lain dan yang berhak menyampaikan juga mereka,” jelas dia.***

loading...