Warga Cibuntu Sukabumi, Diresahkan Munculnya Teror Garong

200

Warga Desa Cibuntu dan Mekarasih Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, merasakan keresahan munculnya teror garong atau maling yang kerap terjadi baru-baru ini.

SUKABUMI I Keresahan warga dengan teror aksi garong atau mailing, yang kerapkali beraksi pada malam hari dan bergerombol. Sepekan ini, beberapa jendela rumah rusak dicongkel hingga rusak dan barang berharga milik raib.

Seperti halnya pengakuan, Didah (35) Warga Kampung Cipurut, sempat diacungi golok pada lehernya oleh gerombolan garong yang menyatori rumahnya. Ibu satu anak itu, sedang bersama anaknya tidak lelap. Kaget bukan kepalang, setelah ada garong dan diancam akan dibunuh menggunakan golok jika berteriak.

Loading...

“Awal kejadian selasa minggu lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu saya sedang tertidur bersama anak, pintu arah ke dapur terbuka, saat ingin menutup pintu, saya kaget setelah melihat seorang lalaki sedang bersembunyi dan langsung mendorong. Saya otomotis langsung berteriak akibat kaget dong,” ungak Didah.

Lanjut, Didah, garong tersebut langsung mematikan lampu yang saat itu menyala, sambil menunjukan golok ke lehernya.

“Garongnya langsung mengancam dan mengacak lemari dan tempat seisi rumah, Samabil menanyakan dimana uang, setelah itu mereka pergi,” kata dia.

Tak tanggung, malam itu empat rumah di Kampung Cipurut, jadi korban sama dibobol. Garong berhasil mengondol barang berharga Emas, Uang dan Alat Elektronik.

“Saya berharap mereka bisa ditangani dan ditangkap, kami sebagai warga jelas takut ini kembali terjadi,” tandas dia.

Bhabinkamtibmas Desa Cibuntu, Brigadir Agung Wiguna, menuturkan, setiap malam pihaknya dibantu warga melakukan giat ronda.

“Kita sigap setiap malam patroli dan berkeliling kampung sambil mengecek setiap Pos ronda di tiap kampung, di Desa Cibuntu sampai Desa Mekarasih, untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” kata dia.

BACA JUGA:  Desa Babakan Peuteuy, Gelar Pelatihan Kelola Sampah

Pihaknya, saat ini dirinya terus mengumpulkan informasi dari masyarakat dan untuk ciri-ciri yang sudah tergambar. Kendati demikian, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat sesuai intruksi Kapolres Sukabumi. Bagi masyarakat, agar siaga dan apabila memergoki pelaku, segera menghubungi Bhabinkamtibmas.

“Jangan melakukan tindakan main hakim sendiri, karena itu sudah melanggar hukum, biar pihak kepolsian yang memproses,” tandasnya.

Reporter : Indra Sopyan**

loading...