Warga Cikole Menjerit, RS Syamsudin Tunggu Instruksi Dirut

393

Pihak RSUD Syamsudin SH angkat bicara terkait adanya keluhan sejumlah masyarakat yang berada di Kampung Cikole  RT 01, 02, 03 RW 07, Kulurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, dimana warga menuding kekeringan sejumlah sumber mata air milik sebagian warga disebabkan keberadaan sumur artesis (Sumur bor-red) yang berada di lingkungan rumah sakit.

Suabumi | Melalui Kasubag Umum dan Rumah Tangga RSUD Syamsudin SH Dede Mauladi tidak menampik, selama ini adanya sumur bor yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kasehatan pasien. Namun, semua sumber air yang berada di RSUD hanya satu yang statusnya artesis dengan kedalaman 120 meter dan tiga sumur biasa dengan kedalaman 20-30 meter.

“Kami sebelum memiliki 4 sumur, satu artesis dan sisanya sumur biasa, semua dipastikan legalitas  perijinan sudah ditempuh, mulai ijin warga sampai instansi DPMPTSP Provinsi, hingga Amdal kita kantongi sejak 13 November 2018, dengan dilampirkan ijin warga yang berada di RW 04, 05, dan 07, dengan disaksikan 18 perwakilan warga yang saat itu memberikan ijin dengan dibubuhkan dalam satu lembar pernyataan dengan dilampirkan paraf tanda tangan warga 28 September 2018,” aku Dede Mauladi ketika ditemui di Gedung RSUD Syamsudin SH, Jumat (27/07/2019).

Loading...

Dede menegaskan, pihaknya bersama Direktur dan Manajemen RSUD dalam waktu dekat ini akan segera melakukan peninjauan langsung loksi sumber mata air warga,  yang diinformasikan meyusut dan mengering.

“Semua berkas legalitas perijinan yang asli nanti kami cari dulu, intinya semua aspirasi warga akan kami tampung dan segera dilaporkan ke Direktur RSUD Syamsudin SH, yang saat ini masih berada di luar kota, diperkirakan Selasa minggu depan baru ada dikantor, nanti kita informasikan secepatnya,” ketusnya.

BACA JUGA:  Trotoar Pasar Cisaat Disesaki Para PKL, Pemerintah Dinilai Hamburkan Anggaran         

BERITA TERKAIT :

Sumber Mata Air Menyusut Diduga Adanya Sanitasi Rumah Sakit

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Kampung Cikole yang berada di RT 01, 02, 03 RW 07 mengeluhkan kondisi sejumlah titik sumber mata air warga, mengalami penyusutan yang sangat drastis. Kondisi tersebut, dipicu musim kemarau dan adanya dugaan akibat imbas sumur artesis di RSUD Syamsudin SH (Bunut-red).

“Masyarakat Kampung Cikole khususnya yang berada di belakang bangunan RS Bunut, sangat ketergantungan dengan sumber mata air untuk mengairi 3 jamban atau MCK Umum yang sejak jaman belanda, di gunakan warga guna mencukupi kebutuhan mandi, cuci, kakus bahkan untuk air minum, tapi sekarang tidak bisa diandalkan, sumur milik warga pun sudah mengalami kekeringan,” keluh Saepul.

Keluhan senada di lontarkan Bonar (40) warga Kampung Cikole RT 01, sumber mata air di kampungnya saat ini sangat di perlukan untuk menyukupi kebutuhan air bersih dimusim kemarau, tapi saat ini mata air dan sumbur warga sudah mengering dan hampir merata di dua ke RW an 04 dan 07.

“Sumur milik warga sekarang sudah mengering, saya berharap pihak management RS Syamsudin SH segera mengecek sumber mata air yang kondisinya sudah kering kerontang, kami duga ini ada sebagian imbas adanya penyerapan dari beberapa sumur bor milik rumah sakit,” harapanya.

Loading...
loading...