Warga Tidak Nyaman, Tumpukan Sampah Di Pasar Baru Majalaya Bau Menyengat

Warga Tidak Nyaman, Tumpukan Sampah Di Pasar Baru Majalaya Bau Menyengat

197
Sampah
Tumpukan Sampah Di Pasar Baru Majalaya hingga menutupi setengah badan jalan dan bau yang menyengat menimbulkan warga sekitar merasa tidak nyaman dan terganggu dengan polusi bau yang menyengat.
BANDUNG,INDEKSÑEWS.COM| Persoalan sampah di Pasar Baru Majalaya masih jadi permasalahan yang harus ditangani dengan serius oleh pemerintah daerah.
Pasalnya, tumpukan sampah yang terus menggunung di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Pasar Baru Majalaya Desa Majakerta Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, sudah menimbulkan bau tak sedap.
Sampah
Tumpukan sampah di pasar baru Majalaya hingga menutup setengah badan jalan
Sehingga warga yang rumahnya berdekatan dengan tumpukan sampah pasar dan sampah rumah tangga yang menggunung itu sudah merasakan tidak nyaman, karena sampah menjadi sumber polusi udara.
Para pedagang kios yang berdekatan dengan lokasi tumpukan sampah itu merasakan keluhan serupa. Bahkan di antara pedagang terlihat menutup kiosnya lebih awal karena sangat berdekatan dengan lokasi tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat. Meski di antara pedagang masih banyak yang tetap bertahan membuka usaha berdagangnya, walaupun bau sampah.
Pantauan wartawan di lapangan, Selasa siang, tumpukan sampah pasar dan sampah rumah tangga itu sudah tidak bisa tertampung lagi dengan kapasitas bak penampungan sampah tersebut. Akibatnya, sampah pun meluber ke badan jalan.
Setengah ruas jalan pun tertutup sampah, sehingga lalulintas kendaraan pun terhambat oleh tumpukan sampah yang memenuhi ruas jalan. Meski tumpukan sampah itu mengeluarkan bau menyengat, sejumlah pedagang tetap berusaha untuk membuka kiosnya untuk menjual dagangannya.
Bahkan tampak sejumlah pelaku usaha yang menurunkan berbagai jenis komoditas pangan, mulai dari telur ayam, pisang dan sejumlah jenis makanan lainnya.
Sama halnya para pelaku usaha yang turut merasakan dampak pencemaran bau sampah itu, warga yang ada di sekitar Kampung Pasar Domba Desa Sukamanah Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, juga merasakan dampak parah bau sampah karena lokasinya berdekatan dan hanya dibatasi aliran Sungai Citangkurak dan bangunan kios yang berjejer di sekitar TPS.
H. Cep Yudi, misalnya salah seorang warga Desa Sukamanah, yang merasakan dampak langsung dari polusi udara atau bau sampah itu.
Pasalnya, lokasi rumahnya ke tumpukan sampah hanya sekitar 30-40 meter, sehingga bau sampahnya sangat terasa sekali hingga masuk ke dalam rumah. Kata Cep Yudi ke wartawan kemarin Selasa (19/5/2020)
Apalagi kalau sampah itu terkena air hujan dan sinar matahari hingga beberapa hari, aroma baunya sangat menyengat selain banyak lalat.
“Tumpukan sampah itu akibat pengelolaan belum optimal sehingga sampah masih menumpuk di TPS Pasar Baru Majalaya tersebut. Saya berharap, dalam penanganan sampah itu minimal diangkut satu truk dalam sehari, untuk mengurangi tumpukan sampah.
Yang saya perhatikan, sampah di TPS tersebut tidak diangkut setiap hari, akibatnya seperti ini sampah dibiarkan menumpuk,” kata H. Cep Yudi di sekitar lokasi sampah, Selasa siang.
H. Cep Yudi mengatakan, penumpukan sampah itu terjadi karena potensi sampah dalam sehari mencapai satu truk misalnya. Sedangkan dalam proses pengangkutan satu truk dalam dua hari, sehingga ada sisa sampah satu truk yang belum terangkut.
“Jadi adanya penumpukan sampah ini akibat dari sampah yang dihasilkan tidak sebanding dengan sampah yang diangkut ke TPA,” katanya.
Ia mengatakan, dampak dari kondisi lingkungan yang tidak sehat itu, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintasi sekitar tumpukan sampah.
“Apalagi disaat turun hujan, kondisi jalanan tampak becek dan kotor. Akibatnya banyak pengendara sepeda motor yang jatuh,” keluhnya.
H. Cep Yudi sempat menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan upaya penanggulangan sampah yang menumpuk itu. Ada pihak yang menyebutkan armada angkutan sampah (dump truk) yang biasa digunakan operasional mengalami kerusakan, selain mengalami kekurangan bahan baku minyak.
“Kami berharap kepada Pemkab Bandung untuk segera menanggulangi persoalan sampah di TPS tersebut. Kami harus mengadu kepada siapa kalau bukan kepada pemerintah,” ucapnya.
Ia berharap ada operasi bersih atau gerakan massal pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Dengan menggunakan anggaran dari restribusi para pedagang yang membuang sampah ke TPS. “Apalagi saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19, ditambah lagi lingkungan bau sampah,” cetusnya.

Sampah

H. Cep Yudi pun mengkhawatirkan, Hari Raya Idulfitri yang hanya menyisakan beberapa hari lagi, sementara penanganan sampah yang saat ini menggunung belum tuntas. “Kami berharap, sebelum Lebaran Idulfitri, sampah sudah bersih. Supaya tidak menimbulkan polusi udara, dan aktivitas para pedagang pun kembali normal,” katanya.
Dikatakannya, sampah yang menumpuk di TPS itu, memang bukan hanya sampah pasar. Melainkan sampah rumah tangga juga banyak yang dibuang warga ke tempat itu.
“Ini harus ada solusi dalam penanganannya.
Karena sebelumnya juga ada pihak atau relawan yang turut membantu dalam penanganan sampah di TPS itu. Awalnya, penanganannya lancar dan tumpukan sampah berkurang, namun tiba-tiba ada pihak yang menghentikannya,” ujarnya.
Dikatakannya, warga di luar pasar yang membuang sampah ke TPS itu tak bisa dicegah. Sebab jika dilarang, warga bisa buang sampah ke sungai bahkan buang sampah sembarangan di mana saja.
“Nanti yang repot kembali ke pemerintah juga. Makanya, lebih baik tempat pembuangan sampah di satu titik ini, dan dibicarakan cara penanganan lanjutannya. Jangan sampai sampah dibiarkan menumpuk dan tak ramah lingkungan,” pungkasnya.
BACA JUGA:  Walikota Bogor Ancam Pengusaha Tempat Hiburan Malam yang Masih Beroperasi Selama Ramadhan
loading...